Ilustrasi – “Sahabat perjuangan di Da'i Muda Indonesia 2014
" ( DA'I ABDUL HAMID,S.Pd.I - USTADZ JAKA PLEDEK)"
أصحابي كالنجوم الزهر بأيهم إقتديتم إهتديتم
Artinya: Sahabat bagai bintang-bintag, kepada siapapun kalian ikut, niscaya kalian akan mendapat pengikut.
Sahabat perjuangan merupakan keniscayaan sebuah jalan dakwah. Agar
manis pahit perjuangan, tidak hanya dirasakan sendirian. Jika datang
nikmat, biarkan sahabat ikut merasakan kebahagiaan. Jika yang datang
ialah musibah, jangan lupa bahwa engkau tidak menghadapinya sendirian.
Sungguh indah memiliki sahabat yang selalu mengingatkan. Sungguh indah
memiliki sahabat yang rela bersabar di atas badai yang tak kenal waktu.
Rasulullah
bersabda: Abu Bakar di syurga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di
surga, Thalhah di surga, Az Zubair di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di
surga, Sa’d di surga, Sa’id di surga, dan Abu Ubaidah ibnul Jarrah di
surga.” [HR At Tirmidzi (3747), hadits shahih.]
Itulah 10 sahabat
pilihan, yang dijamin rasul masuk ke surga. Itulah sahabat terbaik yang
merasakan betul, apa hakikat pengorbanan. Sahabat perjuangan, yang
mengetahui indahnya berbagi. Sahabat perjuangan yang mengenali diri
kita, sedalam dia mengenal dirinya sendiri. Sungguh bahagianya baginda
Rasul, dikelilingi sahabat yang tidak hanya loyal, tapi juga peduli, dan
kritis. Sehingga baginda Rasul tidak hanya mendapatkan kesetiaan, tapi
juga Rasul memiliki sebuah tim dakwah yang kooperatif dan konstruktif.
Mari kita coba kenali sekilas potongan kisah dakwah ke-10 sahabat
perjuangan pilihan Rasul:
Abu Bakar. Digelari dengan panggilan
Ash-Shiddiq Al-Akbar. Dikenal tidak bisa kompromi dengan rakyat yang
tidak mau membayar zakat. Bahkan khalifah Abu Bakar tidak segan
memeranginya. Akhlaknya yang mulia, dan pengorbanannya yang luar biasa;
tidak akan pernah bisa terlepas dari bagian keberhasilan dakwah Rasul.
Umar
bin Khattab. Digelari dengan panggilan Al-Faruq. Dikenal sebagai sosok
yang sangat berani. Bahkan menjadi orang yang paling ditakuti sebelum
masuk Islam. Pada masa khalifah Umar-lah, umat muslim melakukan ekspansi
kawasan besar-besaran. Hingga Islam dapat menaklukkan kerajaan Persia,
dan Romawi Timur. Syahid pada bulan Dzulhijjah tahun 23 H.
Ustman
bin Affan. Digelari dengan panggilan Dzun Nurain. Dikenal sebagai sosok
khalifah yang sangat pengasih lagi lemah lembut. Ustman juga terkenal
dermawan, karena suka menginfakkan hartanya yang melimpah di jalan
Allah. Syahid pada bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha 35 H. Pada umur 80
tahun.
Ali bin Abi Thalib. Digelari dengan panggilan Abu Turab.
Dikenal sebagai khalifah yang memiliki keilmuan yang sangat dalam. Hidup
dalam kesederhanaan, dan sangat berani dalam berperang. Ali wafat pada
40 H, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang
beracun pada saat shalat subuh. Beliau dimakamkan di Kufah, Irak.
Thalhah
bin Ubaidillah. Digelari dengan panggilan Thalhal Al-Fayyad. Dikenang
saat perang Uhud. Saat beliau menjadikan dirinya perisai bagi
Rasulullah. Sehingga jari-jarinya putus. Ia syahid pada saat mengikuti
perang jamal, saat umur 36 tahun.
Zubair bin Awwam.
Kepahlawanannya telah tampak, saat perang badar. Beliau dikenal sebagai
seorang yang paling berani, paling pandai dalam menunggang kuda, dan
paling kejam terhadap lawan. Syahid pada tahun 36 H, setelah pulang dari
perang jamal.
Sa’ad bin Abi Waqqash. Seorang sahabat yang masuk
Islam, pada usia 17 tahun. Sa’ad dikenal pada saat penaklukkan Persia.
Karena kekuatan Islam saat itu menewaskan tentara Persia dalam perang
Al-Qadisiyah. Hingga Sa’ad digelari pahlawan Qadisiyah. Pada zaman
Ustman pula, Sa’ad mengetuai perjalanan umat Islam ke China. Sehingga
Sa’ad dikenal sebagai perintis Islam ke China. Wafat di Aqiq, pada tahun
55 H.
Abdurrahman bin Auf. Berasal dari kalangan pengusaha. Tapi
menjadi seorang pengusaha yang tidak apatis terhadap perang. Ia mendapat
20 panahan, dan giginya rontok dalam perang Uhud. Wafat pada tahun 32
H.
Said bin Zaid. Ia merupakan sosok yang banyak menghabiskan
waktu dengan beribadah. Ia tidak mengikuti perang Badar, karena
ditugaskan rasul untuk menjadi mata-mata di Syam bersama Thalhah. Wafat
pada 50 H.
Abu Ubaidah bin Jarrah. Digelari dengan panggilan Aminu
Hadzihil Ummah (orang yang sangat terpercaya di umat). Termasuk anggota
pasukan perang Badar. Syahid disebabkan oleh wabah penyakit pada tahun
18 H, di saat berumur 58 tahun.
Seperti itulah hakikat sahabat
perjuangan di jalan dakwah. Bukan hanya perngorbanan harta, bahkan
hingga jiwa, dan raga seluruhnya dikerahkan untuk perjuangan Islam.
Sehingga harta kesayangan-pun tak jarang diinfakkan di jalan Allah. Tak
ayal jika pengorbanannya bukan hanya sekadar keringat lelah, dan air
mata kesedihan selama masa juang. Bahkan darah luka, dan darah
peperangan-pun tidak bisa dihindarkan.
Karena begitulah hakikat
sahabat perjuangan dalam kepemimpinan surgawi. Semuanya dari Allah, oleh
Allah, dan akan kembali kepada Allah.