Kamis, 31 Juli 2014

Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I - "Hikmah dan Manfaat Ziarah Kubur"









"Hikmah dan Manfaat Ziarah Kubur"
Ziarah kubur merupakan sebuah tradisi yang telah lama mengakar erat dalam masyarakat muslim di Indonesia. Biasanya, tradisi ini dilaksanakan setiap minggu sekali, pada hari atau malam Jumat. Bahkan untuk makam-makam tertentu yang dianggap keramat (seperti makamnya para wali) orang-orang bisa kapan saja (bahkan setiap hari) melakukan tradisi ziarah kubur.
tara sebagian masyarakat yang lain biasanya berziarah kubur tiap setahun sekali sebelum datanganya bulan Ramadan atau sehari menjelang hari raya Idul Fitri.
Secara umum, arti dari kata ‘ziarah’ adalah menengok. Maka, dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur adalah menengok atau mengunjungi kuburan untuk memohon ampunan bagi si mayit. Ziarah kubur termasuk sunah Rasulullah Saw. Disyariatkannya ziarah kubur memiliki tujuan agar kita bisa mengambil i’tibar atau pelajaran, seperti mengingatkan kita akan alam akhirat di mana segala amal perbuatan kita sewaktu di alam dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

Zaman dulu, ziarah kubur memang sempat dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. karena dianggap bisa mendatangkan kemudaratan. Tapi, kemudian ziarah kubur menjadi diperbolehkan dengan beberapa alasan yang dapat memberikan dampak manfaat bagi umat. Sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Abu Buraidah: “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka berziarahlah (sekarang), karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian terhadap kematian”.

Berziarah kubur dianjurkan karena selain dapat mengingatkan kita kepada datanganya hari kematian juga akan memberikan kebahagiaan kepada si mayit (ahli kubur) karena telah dikirimi doa-doa, bacaan Yaasiin, sedekah, dll, dari orang yang masih hidup. Perlu digarisbawahi, bahwa doa-doa atau sedekah yang ditujukan oleh orang yang masih hidup kepada si mayit itu akan tersampaikan dan akan menambah amal kebaikan si mayit. Manfaat lain dari ziarah kubur adalah untuk meringankan siksa si mayit di dalam kuburnya.

Disunahkan bagi para peziarah untuk mengucapkan salam serta mendoakan kebaikan, memohon kepada Allah agar si mayit senantiasa mendapatkan maghfirah (ampunan), terbebas dari azab kubur dan mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.
Semoga Bermanfaat

Selasa, 08 Juli 2014

Ustadz Abdul Hamid (Ustadz Pledek) - Mahasiswa

Assalamualikum.wr.wb
Wahai Pemuda, BANGKITLAH!!!
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadikanlah diri kamu pembela-pembela (agama) Allah…..” (61: 14)

Berkata tentang pembela-pembela agama Allah, marilah kita menyingkap kembali sirah terdahulu pada zaman para sahabat.
Siapakah dia yang telah menjadi pejuang-pejuang agama Allah pada zaman dahulu?
Merekalah para pemuda yang kental hatinya, mantap imanny
a, sempurna akidahnya dan tidak terbuai dengan tipu daya dunia. Mereka inilah yang telah ditarbiyah oleh Rasulullah dalam perancangan menegakkan panji-panji islam.
Abu Bakar, lebih muda 3 tahun daripada Rasulullah, Umar, memeluk islam pada umur 27 tahun, Ali, menerima hidayah pada umur 10 tahun, Mus’ab bin Umair, Abdullah ibn Mas’ud, Bilal bin Rabbah, Salman al Farisi dan berpuluh lagi para sahabat merupakan golongan pemuda yang begitu kukuh akidah mereka hasil didikan tarbiyah daripada Muhammad saw.
Sekarang mari kita pergi ke depan sedikit, iaitu selepas zaman para sahabat. Siapakah pejuang-pejuang agama Allah yang telah menegakkan ketauhidan di muka bumi ini. Dialah Salahuddin al-Ayyubi, yang telah menakluk Jerusalem pada umur 40 lebih. Dialah Sultan Muhammad al-Fateh, yang telah menakluk Constantinople pada umur 21 tahun.
Maka pada hari ini, mari kita bertanya pada diri kita, siapakah pemuda-pemuda yang akan kembali mendaulahkan Islam di muka bumi ini, siapakah pemuda-pemuda yang akan kembali menegakkan panji-panji syahadah di masa depan. Adakah kita akan tergolong dalam mereka-mereka yang menegakkan agama Islam.
Adakah pada hari ini kita sudah cukup bersedia untuk menjadi pembantu-pembantu agama Allah.
Mari kita tanya diri kita sendiri.
Adakah pemuda yang memenuhi masa lapangnya dengan movie akan dapat mencontohi Abu Bakar?
Adakah pemuda yang tidak lekang dengan lagu-lagu lagho akan dapat mencontohi Salman al-Farisi?
Adakah para pemuda yang tidur lambat kerana bermain game sama dengan Sultan Muhammad al-Fateh yang tidak pernah terlepas solat tahajjudnya di malam hari sesudah baligh?
Di mana tahap kita pada hari ini?
Suka saya untuk membawa beberapa hadis yang berkata tentang para pemuda, yang sepatutnya diketahui dan diambil pelajaran oleh setiap daripada kita:
1. Rasulullah saw bersabda: “Rebutlah lima perkara sebelum lima perkara…masa mudamu sebelum masa tuamu” (HR al-Hakim)
2. Rasulullah saw bersabda: “ Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan selain daripada perlindungan Allah……..pemuda yang sentiasa mengabdikan diri pada Allah pada masa umurnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Rasulullah saw bersabda: “ Sesungguhnya Allah sangat mengkagumi pemuda yang tidak ada baginya masa muda( berhibur dan bersuka ria).” (HR Ahmad dan Abu Ya’la)
4. Rasulullah saw bersabda: “ Tidak akan melangkah seorang hamba pada hari akhirat kelak sehingga ditanya kepadanya tentang 4 perkara:…..masa mudanya, pada apa dia telah habiskan.” (HR Tirmizi)
Mungkin ada yang di antara kita merasakan dirinya tidak perlu untuk turut sama dalam perjuangan ini, merasakan dirinya cukup untuk sekadar memerhati. Di sini saya mahu membawa satu perumpamaan perbezaan bagi mereka yang sekadar memerhati dan bagi mereka yang turut bersama dalam perjuangan.
Baru-baru ini kelab Man Utd berjaya memegang takhta liga. Oleh itu saya mahu bertanya, adakah sama perasaan para penyokong kelab itu dan Alex Ferguson? Adakah sama perasaan mereka yang sekadar bersorak dengan pemain kelab itu sendiri? Dan adakah sama imbalan mereka yang sekadar memerhati permainan dan mereka yang bersusah payah memenangi perlawanan bola itu?
Tidak sama sekali!
Perasaan mereka yang hanya memerhati akan pasti berbeza dengan mereka yang turut berjuang.
Imbalan mereka yang hanya memerhati pasti akan berbeza dengan mereka yang bersusah-payah.
Sekian terimakasih Wassalamualikum.wr.wb

Sabtu, 05 Juli 2014

"Kajian pagi hari ini tgl 06/07/14 oleh : Ustadz Abdul Hamid - Karawang"

"Kajian pagi hari ini tgl 06/07/14 oleh : Ustadz Pledek - Karawang"
"Lima Perkara Yang Dicintai Dan Lima Perkara Yang Dilupakan"
Rasulallah SAW bersabda yang artinya : "Akan datang suatu masa pada umatku yang pada masa itu mereka mencintai lima perkara dengan melupakan lima perkara yang lain, yaitu :
1.Mereka mencintai dunia dengan melupakan akhirat.
2.Mereka mencintai rumah megah dengan melupakan kuburan.
3.Mereka mencintai harta dengan melupakan hisab(pertanggung jawabannya).
4.Mereka mencinta keluarga dengan melupakan bidadari.
5.Mereka mencintai dirinya sendiri dengan melupakan Allah.
Mereka yang seperti itu jauh dariku dan aku pun jauh dari mereka."
#Semoga_Bermanfaat