Rabu, 26 November 2014
Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I - Guru pahlawan tanpa tanda jasa
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena sebesar apapun jasanya tidak ada tanda jasa yang ia ( guru ) terima. Tidak ada pangkat bintang 1, bintang 2 ataupun bintang-bintang yang lain. Guru adalah yang mengajarkan
kita semua menulis dan membaca. Saya bisa menulis artikel saat inipun
adalah karena jasa guru yang dengan telaten memberikan cara menulis
kepada saya dan juga mengajarkan cara membaca untuk saya. Saya ingat
betul bagaimana guru datang dengan aktif, datang dengan hanya
mengendarai sebuah sepeda pedal ke sekolah. Bahkan tidak jarang,
kehujanan di tengah jalan dan saya lihat baju guru basah kuyup. Saya dan
teman-teman hanya melihat tanpa perasaan apapun, karena waktu itu kita
masih anak-anak. Tidak kenal dan tidak paham betapa susahnya guru waktu
itu. Tidak paham bahwa guru kita benar-benar berkorban untuk memberikan
kita pengetahuan. Guru adalah soko guru bangsa ini. Tanpa guru apa artinya sebuah bangsa. Sebesar apapun bangsa itu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati gurunya.
Karena gurulah saya, anda dan kita semua bisa
menjadi seperti sekarang. Ada yang menjadi pedagang. Pedagang pasti akan
selalu berkutat dengan dunia hitung menghitung. Jadi ingatlah guru
Matematika. Merekalah yang mengajarkan anda bagaimana menjumlah,
mengalikan, membagi, mengurangkan dan lain-lain. Maka karena perhitungan
yang tepat di dalam berdagang, maka anda bisa untung. Kemudian, ada
yang menjadi blogger, seperti kita-kita ini. Apa yang patut diingat dari
guru dengan menjadi blogger? Dunia blogger pasti tidak
akan terlepas dari 2 aktivitas. Menulis dan membaca. Tidak ingatkah
kita bahwa kita bisa membaca dan menulis karena jasa guru? Waktu itu
ketika SMP atau MTS guru kita denga telaten mengajarkan bagaimana
langkah-langka menulis dan membaca. Hingga akhirnya
kita bisa membaca dan juga bisa menulis. Jadi apapun kita, petani,
pedagang, pengusaha, kyai, ulama, pejabat mulai kepala desa hingga
kepala negara, semua pasti tidak akan terlepas dari jasa guru yang memberinya pengetahuan.
Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I Seorang Guru
Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan
penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang
berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru
merupakan hari libur sekolah.
#Aku Bangga Menjadi Seorang Guru
#Aku Bangga Menjadi Seorang Guru
Jumat, 21 November 2014
Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I - Ceramah Dalam Rangka Pernikahan
Assalamu ’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Bapak, Ibu, saudara sekalian, para undangan dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Terlebih dahulu marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt, karena pada malam hari ini kita bisa menyaksikan resepsi pernikahan saudara kita: Masruhatun bersama Drs. Irawan. Mudah-mudahan pernikahan yang baru saj a dilaksanakan senantiasa, mendapat ridlah Allah Swt, dan bisa menjalin keluarga, mawadda, warahmah, amiin.
Para hadirin, dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Rasanya tiada sekian banyaknya mulai tadi hingga jalannya resepsi yang lagi senyum-senyum manis dan juga, bertambah manis kecuali kedua mempelai. Kita lihat saja antara kedua mempelai yang satu yakni yang perempuan dan laki-laki tidak saling melihat akan tetapi saling melirik, ah begitulah kebahagiaan yang dirasakan oleh mempelai berdua. Mudah-mudaban kebahagiaan tersebut bisa menyertai sepanjang massa khususnya mempelai berdua yang lagi asyik di hadapan kita semua. Tiada, seindah pemandangan pagi ini kecuali mempelai berdua yang dihiasi dengan janur kuning. Senyum-senyum simpul masih menyelimuti keduanya.
Para undangan, dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Memang saudara, mempelai sebelumnya, pernikahan kami kita sudah saling mengenal, sehingga rasanya hari ini tidak asing lagi bila berhadapan, tetapi dia kok malu-malu kucing, lemang saling mengenal itu perlu yang penting tidak melampaui batas. Karena dengan saling mengenal, maka sebagai awai jatuh cnta yang laki-laki maupun yang perempuan, karena tak kenal maka tak sayang. Bila diantara kita ada yang jatuh cinta terhadap seseorang yang tidak tahu orang tersebut, yakni orang yang dicintai itu, maka itu namanya cinta sendirian. Dan tidak mungkin cinta sendirian bisa menyatu dalam kehidupan. Maka dirasa amat penting sekali saling mengenal dengan wajar, antara keduanya, yang penting tidak melampaui batas.
Para undangan serta kedua mempelai vang berbahagia. Saudara mempelai haruslah tahu akan hak dan kewajiban masing-masing. Jangan hanya menuntut haknya saja, akan tetapi kewajibannya diabaikan. Bagi laki-laki hendaklah menjadi suami yang baik. bertanggungjawab untuk mempunyai istrinva, keluarganya dengan sebailk mungkin. Berkaitan dengan hat tersebut Nabi Saw. bersabda:

Para undangan, dan kedua mempelai yang berbahagia. Kiranya sampai disini saja, pidato kami, bila terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-madahan kedua mempelai berbahagia selalu. BAARAKALLAHU LAKA WABAARAKA ‘ALAIKA WAJAMA’A BAINAKUMAA FIIKHAIRI.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Bapak, Ibu, saudara sekalian, para undangan dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Terlebih dahulu marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt, karena pada malam hari ini kita bisa menyaksikan resepsi pernikahan saudara kita: Masruhatun bersama Drs. Irawan. Mudah-mudahan pernikahan yang baru saj a dilaksanakan senantiasa, mendapat ridlah Allah Swt, dan bisa menjalin keluarga, mawadda, warahmah, amiin.
Para hadirin, dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Rasanya tiada sekian banyaknya mulai tadi hingga jalannya resepsi yang lagi senyum-senyum manis dan juga, bertambah manis kecuali kedua mempelai. Kita lihat saja antara kedua mempelai yang satu yakni yang perempuan dan laki-laki tidak saling melihat akan tetapi saling melirik, ah begitulah kebahagiaan yang dirasakan oleh mempelai berdua. Mudah-mudaban kebahagiaan tersebut bisa menyertai sepanjang massa khususnya mempelai berdua yang lagi asyik di hadapan kita semua. Tiada, seindah pemandangan pagi ini kecuali mempelai berdua yang dihiasi dengan janur kuning. Senyum-senyum simpul masih menyelimuti keduanya.
Para undangan, dan khususnya kedua mempelai yang berbahagia. Memang saudara, mempelai sebelumnya, pernikahan kami kita sudah saling mengenal, sehingga rasanya hari ini tidak asing lagi bila berhadapan, tetapi dia kok malu-malu kucing, lemang saling mengenal itu perlu yang penting tidak melampaui batas. Karena dengan saling mengenal, maka sebagai awai jatuh cnta yang laki-laki maupun yang perempuan, karena tak kenal maka tak sayang. Bila diantara kita ada yang jatuh cinta terhadap seseorang yang tidak tahu orang tersebut, yakni orang yang dicintai itu, maka itu namanya cinta sendirian. Dan tidak mungkin cinta sendirian bisa menyatu dalam kehidupan. Maka dirasa amat penting sekali saling mengenal dengan wajar, antara keduanya, yang penting tidak melampaui batas.
Para undangan serta kedua mempelai vang berbahagia. Saudara mempelai haruslah tahu akan hak dan kewajiban masing-masing. Jangan hanya menuntut haknya saja, akan tetapi kewajibannya diabaikan. Bagi laki-laki hendaklah menjadi suami yang baik. bertanggungjawab untuk mempunyai istrinva, keluarganya dengan sebailk mungkin. Berkaitan dengan hat tersebut Nabi Saw. bersabda:
Artinya :Para undangan, dan kedua mempelai yang berbahagia. Sebagai istri harus juga tahu segala kewajiban yang harus dilakukan. Jadi saya pesan kepada mbak Maimunah jadilah istri yang baik, benar-benar taat dan patuh terhadap suami, selama suami memerintahkan kepada kebaikan. Janganlah suami istri yang hanya menuntut haknya saja, sementara kewajibannya dihiraukan, kalau hal semacam ini sampai terjadi, maka akan membawa bencana dalam rumah tangga.
Orang-orang laki-laki pemimpin keluarganya, dan akan ditanyai dari yang dipimpinnya, istri juga sebagai pemimpin umah tangga, dan nanti akan ditanyai dari yang dipimpinnya, (HR. Bukhari dan Muslim).
Para undangan, dan kedua mempelai yang berbahagia. Kiranya sampai disini saja, pidato kami, bila terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-madahan kedua mempelai berbahagia selalu. BAARAKALLAHU LAKA WABAARAKA ‘ALAIKA WAJAMA’A BAINAKUMAA FIIKHAIRI.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Sabtu, 08 November 2014
USTADZ DA'I ABDUL HAMID,S.Pd.I - (USTADZ JAKA PLEDEK) - “Sahabat perjuangan di Da'i Muda Indonesia 2014
Ilustrasi – “Sahabat perjuangan di Da'i Muda Indonesia 2014
" ( DA'I ABDUL HAMID,S.Pd.I - USTADZ JAKA PLEDEK)"
أصحابي كالنجوم الزهر بأيهم إقتديتم إهتديتم
Sahabat perjuangan merupakan keniscayaan sebuah jalan dakwah. Agar manis pahit perjuangan, tidak hanya dirasakan sendirian. Jika datang nikmat, biarkan sahabat ikut merasakan kebahagiaan. Jika yang datang ialah musibah, jangan lupa bahwa engkau tidak menghadapinya sendirian. Sungguh indah memiliki sahabat yang selalu mengingatkan. Sungguh indah memiliki sahabat yang rela bersabar di atas badai yang tak kenal waktu.
Rasulullah bersabda: Abu Bakar di syurga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az Zubair di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’d di surga, Sa’id di surga, dan Abu Ubaidah ibnul Jarrah di surga.” [HR At Tirmidzi (3747), hadits shahih.]
Itulah 10 sahabat pilihan, yang dijamin rasul masuk ke surga. Itulah sahabat terbaik yang merasakan betul, apa hakikat pengorbanan. Sahabat perjuangan, yang mengetahui indahnya berbagi. Sahabat perjuangan yang mengenali diri kita, sedalam dia mengenal dirinya sendiri. Sungguh bahagianya baginda Rasul, dikelilingi sahabat yang tidak hanya loyal, tapi juga peduli, dan kritis. Sehingga baginda Rasul tidak hanya mendapatkan kesetiaan, tapi juga Rasul memiliki sebuah tim dakwah yang kooperatif dan konstruktif. Mari kita coba kenali sekilas potongan kisah dakwah ke-10 sahabat perjuangan pilihan Rasul:
Abu Bakar. Digelari dengan panggilan Ash-Shiddiq Al-Akbar. Dikenal tidak bisa kompromi dengan rakyat yang tidak mau membayar zakat. Bahkan khalifah Abu Bakar tidak segan memeranginya. Akhlaknya yang mulia, dan pengorbanannya yang luar biasa; tidak akan pernah bisa terlepas dari bagian keberhasilan dakwah Rasul.
Umar bin Khattab. Digelari dengan panggilan Al-Faruq. Dikenal sebagai sosok yang sangat berani. Bahkan menjadi orang yang paling ditakuti sebelum masuk Islam. Pada masa khalifah Umar-lah, umat muslim melakukan ekspansi kawasan besar-besaran. Hingga Islam dapat menaklukkan kerajaan Persia, dan Romawi Timur. Syahid pada bulan Dzulhijjah tahun 23 H.
Ustman bin Affan. Digelari dengan panggilan Dzun Nurain. Dikenal sebagai sosok khalifah yang sangat pengasih lagi lemah lembut. Ustman juga terkenal dermawan, karena suka menginfakkan hartanya yang melimpah di jalan Allah. Syahid pada bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha 35 H. Pada umur 80 tahun.
Ali bin Abi Thalib. Digelari dengan panggilan Abu Turab. Dikenal sebagai khalifah yang memiliki keilmuan yang sangat dalam. Hidup dalam kesederhanaan, dan sangat berani dalam berperang. Ali wafat pada 40 H, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun pada saat shalat subuh. Beliau dimakamkan di Kufah, Irak.
Thalhah bin Ubaidillah. Digelari dengan panggilan Thalhal Al-Fayyad. Dikenang saat perang Uhud. Saat beliau menjadikan dirinya perisai bagi Rasulullah. Sehingga jari-jarinya putus. Ia syahid pada saat mengikuti perang jamal, saat umur 36 tahun.
Zubair bin Awwam. Kepahlawanannya telah tampak, saat perang badar. Beliau dikenal sebagai seorang yang paling berani, paling pandai dalam menunggang kuda, dan paling kejam terhadap lawan. Syahid pada tahun 36 H, setelah pulang dari perang jamal.
Sa’ad bin Abi Waqqash. Seorang sahabat yang masuk Islam, pada usia 17 tahun. Sa’ad dikenal pada saat penaklukkan Persia. Karena kekuatan Islam saat itu menewaskan tentara Persia dalam perang Al-Qadisiyah. Hingga Sa’ad digelari pahlawan Qadisiyah. Pada zaman Ustman pula, Sa’ad mengetuai perjalanan umat Islam ke China. Sehingga Sa’ad dikenal sebagai perintis Islam ke China. Wafat di Aqiq, pada tahun 55 H.
Abdurrahman bin Auf. Berasal dari kalangan pengusaha. Tapi menjadi seorang pengusaha yang tidak apatis terhadap perang. Ia mendapat 20 panahan, dan giginya rontok dalam perang Uhud. Wafat pada tahun 32 H.
Said bin Zaid. Ia merupakan sosok yang banyak menghabiskan waktu dengan beribadah. Ia tidak mengikuti perang Badar, karena ditugaskan rasul untuk menjadi mata-mata di Syam bersama Thalhah. Wafat pada 50 H.
Abu Ubaidah bin Jarrah. Digelari dengan panggilan Aminu Hadzihil Ummah (orang yang sangat terpercaya di umat). Termasuk anggota pasukan perang Badar. Syahid disebabkan oleh wabah penyakit pada tahun 18 H, di saat berumur 58 tahun.
Seperti itulah hakikat sahabat perjuangan di jalan dakwah. Bukan hanya perngorbanan harta, bahkan hingga jiwa, dan raga seluruhnya dikerahkan untuk perjuangan Islam. Sehingga harta kesayangan-pun tak jarang diinfakkan di jalan Allah. Tak ayal jika pengorbanannya bukan hanya sekadar keringat lelah, dan air mata kesedihan selama masa juang. Bahkan darah luka, dan darah peperangan-pun tidak bisa dihindarkan.
Karena begitulah hakikat sahabat perjuangan dalam kepemimpinan surgawi. Semuanya dari Allah, oleh Allah, dan akan kembali kepada Allah.
Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I (Ustadz Jaka Pledek) - Salam Sejahtera wahai para ahli bersyukur.
Salam Sejahtera wahai para ahli bersyukur.
Marilah kita panjatkan segala puji dan
puji syukur atas semua anugrah yang di berikan tuhan kepada kita. karna
dengan kita bersyukur kita akan mengetahui betapa besar anugrah yang
harus kita syukuri.
Solawat dan salam kita haturkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai ungkapan rasa syukur atas semua yang nabi ajakan kepada kita.
Para pelopor, bersyukurlah
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
"Agar Allah menyempurnakan kepada
mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."(Qur’an Surat.
Fathir:30).
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat."(Qur’an Surat. ibrahim
[14]:)
Para Pelopor, Pada kesmpatan ini, melalui
contoh pidato agama islam ini akan sedikit menjelaskan tentang
bentuk dari perwujudan rasa syukur kita.
Syukur itu diwujudkan dalam tiga aspek :
1. Syukur
dengan hati, yaitu menyadari dan menyakini bahwa semua nikmat dan
karunia yang diperoleh merupakan anugerah Allah dan berasal dari-Nya.
2. Syukur dengan lisan, yaitu dengan memuji Allah sebanyak-banyaknya.
3. Syukur dengan perbuatan, yaitu taat beribada kepada-Nya dan menggunakan karunia itu untuk kebaikan.
Mari kita renungkan, tentang semua yang
kita miliki tentang semua yang kita imikan, tentang semua kekurangan
yang kita miliki, dan bersyukurlah. Bersyukur itu adalah bagaimana kita
merasa bersyukur atas semua anugrah yang di anugrahkan kepada kita.
Bersyukur itu mengungkapkan rasa terima kasih atas semua yang yang di
miliki.
Para pelopor, Bersyukurlah atas semua
kelebihan, bersyukurlah atas semua kekurangan yang kita miliki, dan
bersyukurlah atas semua penderitaan yang tersa, dan bersyukurlah atas
semua airmata yang membuat kita berduka. Dan bersyukurlah Karena ada
rahasia di balik rahasia, Maha sempurna tuhan beserta rencananya.
Bersyukurlah.
Wassalam.
Langganan:
Postingan (Atom)









