Kamis, 18 September 2014

Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I -"KISAH NYATA SEORANG PEMUDA"

"KISAH NYATA SEORANG PEMUDA"
Ada sebuah cerita
pada suatu hari seorang pemuda tersebut dia berada di ponpest sedang belajar,namun dengan keadaan ekonominya rendah dia tetap semangat belajar.
Sehabis belajar seorang pemuda tersebut mengambil daur ulang aqua gelas lalu aqua gelas di kumpulkan sampai banyak, udah dapat banyak lalu di jual ke madura yang menerima segala jenis barang bekas.
Barang tersebut sudah di jual Alhamdulillah seorang pemuda tersebut mendapatkan uang Rp.15000 Lalu di belikan ke Warteg buat makan.
Singkat cerita
Seorang pemuda itu dia tidak mengenal lelah selalu berusaha untuk menggapai cita - cita nya yang ingin menjadi seorang guru.
kesana kesini dia mencari beasiswa Alhamdulillah Al Hasil dapat.

Rabu, 17 September 2014

Biografi Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I






Nama Lengkap : Abdul Hamid
 Nama Panggilan : Hamid
 Nama Pop : UHA / Ustadz Jaka Pledek
 Tempat / Tgl. Lahir : Karawang , 01-September -1993
 Alamat :Kp.Parungpung Rt02/Rw01 Desa Parungsari Kec Telukjambe Barat Kab Karawang
 No Hp :085885713598 /085213753493

 Ayah/Ibu :

 - Ayah: Ustadz Kaman Bin Nakim Bin Kelempon Bin Ita
 - Ibu : Rastem Binti Jasman Bin Kinung Bin Emrut

 Pendidikan Formal : 

- SDN Parungsari 1 Angkatan 2001 - 2006
- SMP Islam Telukjambe  Angkatan  2006 - 2009
- MAN Karawang Angkatan 2009 - 2012
- S1 di sekolah pasca sarjana Univ.Negeri Singaperbangsa Karawang Angkatan 2012 - 2016

Pendidikan Non Formal : Pond-pest

 -DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) AL-Falah Ciranggon - Cikarang-Bekasi
 - pond-pest Daruttaqwa Cisalak - Margakaya - Karawang
 - pond-pest Kedunglo -Kediri - Jawa Timur

 Hobby :

 belajar & Membaca

Beasiswa :

-Beasiswa Di Smp Islam Telukjambe 2008
-Beasiswa Di Man Karawang 2011
-Beasiswa Di Perguruan Tinggi  Karawang Univ. Negeri Singaperbangsa 2012 (Belum Cair)

Prestasi Yang Diraih :

-Juara 1 Lomba Makan dalam rangka HUT RI.2005
-Juara 2 Lomba Adzan dalam rangka HUT RI 2005
-Juara 3 Lomba Catur antar kelas Man Karawang 2010

 Pengalaman Radio :  

-Sturada Sebagai Pembaca Ayat Suci Al_Qur'an Dalam Rangka Acara Muhadhoroh.

 Pengalaman:

-Mengikuti Kontestan DA'I MUDA INDONESIA 2014 DI MNCTV.
-Pernah Mengisi Ceramah Di Masjid PUSDAI Bandung.
-Pernah Mengisi Ceramah Di Masjid ANNIDA (MNCTV) Sebelum Audisi DA'I MUDA INDONESIA 2014 Berlangsung.
-Pernah Mengisi Ceramah Di Jakarta Timur Di Studio MNCTV  Sebelum Audisi DA'I MUDA INDONESIA  2014 Berlangsung.
 -Mengajar Ngaji Di Masjid Kampus Unsika (Univ. Singaperbangsa Karawang) AL-KHOIR.
-Imam Masjid  Kampus Unsika  (Univ. Singaperbangsa Karawang) AL -KHOIR.
-Marbot Masjid Kampus Unsika  (Univ. Singaperbangsa Karawang) AL -KHOIR.
-Muadzin Jum'at Masjid Kampus Unsika ( Univ. Singaperbangsa Karawang) AL-KHOIR.
-Mengajar ngaji kerumah - rumah.
-Mengajar Ngaji Di DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah)AL-AMANAH Sari Indah - Karawang Timur.
-Mengajar Di SDIT Salman AL-Farisy Dusun Pulosari Desa KalangSuria Kec.Rengasdengklok - Karawang.

Kegiatan - Kegiatan Islam :

-Pernah mengisi Ceramah Tablig Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1435 H Di SDN Jati   Baru 03 & 04 Kp.Rawa Gebang Cikarang Timur Bekasi 18 Januari 2014.
-Pernah mengisi Ceramah dalam halal bihalal di cisalak - margakaya - karawang 2013
-Pernah mengisi Tasyakur bini'mah/Pernikahan Sebagai pembaca ayat suci Al -Qur'an & Membaca sholawat  Nabi Di Gempol - Karawang 2014
-Pernah Mengisi Khutbah Jum'at Di Masjid Uswatun Hasanah Kp.Babakan Cebong 2014
-Pernah Mengisi Ceramah Tablig Akbar Memperingati Isro Mi'raj Nabi Muhammad Saw 1435 H Di Masjid Jami Al-Hidayah 2014
-Pernah Mengisi Ceramah IRMADA(IKATAN REMAJA MASJID AL-HIDAYAH) 2014
-Pernah Mengisi Ceramah Di Ponpes AL-Muslih - Karawang Dalam Rangka Muhadhoroh 2012
-Pernah Mengisi Ceramah Di Ponpes Ikhlasul Hasan Dusun Gintung Kolot Ds.Gintungkerta Kec Klari-Karawang Dalam Rangka Muhadhoroh 23/09/2014
-Pernah Mengisi Ceramah Pernikahan Di  Dusun Gintung Kolot Ds.Gintungkerta Kec Klari-Karawang Dalam Rangka Muhadhoroh 10/11/2014
-Pernah Mengisi Ceramah Di Ponpes Daruttaqwa Cisalak - Margakaya - Karawang Dalam Rangka Muhadhoroh 2008
-Pernah Mengisi Ceramah Di Kp.Bugel Rt.07/Rw08 Desa Purwadana Kec.Telukjambe Timur Kab Karawang Dalam Rangka Pengajian Remaja 2014
- Pernah Mengisi Pembawa Acara Dalam Rangka Pengajian Bulanan Santri Wali Murid Salman Al-Farisy Di Musholah AL-falah Dusun Pulosari Desa KalangSuria Kec.Rengasdengklok - Karawang.
-Pernah Mengisi Pengajian Ibu - Ibu Di Masjid Jami AL-Hidayah 2013
-Pernah Mengisi Ceramah Di Masjid Uswatun Hasanah Kp.Babakan Cebong - Karawang 2011
-Pernah Mesisi Ceramah Di Musholah ARROHMAN Kp Bojong - Bekasi 2014
-Pernah Mengisi Ngaji Mayit Di Kp.Krajan - Telukjambe Timur - Karawang 2013
-Tablig Akbar Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1437 H / 2016 M Tempat DTA Sirojul Falah II Dusun Baregbeg Rt 02/01 Desa Wanasari Kec.Telukjambe Barat Kab.Karawang

Kamis, 11 September 2014

Ustadz Abdul Hamid,S.Pd.I (Ust.Jaka Pledek) - ''Memuliakan Orang Tua Hingga Akhir Hayat ''

''Memuliakan Orang Tua Hingga Akhir Hayat ''
SUNGGUH tidak ada kecerdasan yang lebih tinggi, amal yang sangat mulia, dan pahala paling agung dari diri seorang Muslim setelah ia beriman dan berjihad kecuali senantiasa memuliakan orangtuanya dan merawatnya hingga akhir hayat.
Secara gamblang Allah menyebutkan dalam firman-Nya bahwa kedudukan orangtua sangat mulia. Bahkan karena begitu mulianya, Allah langsung memandu umat Islam jangan sampai salah dalam bergaul untuk memuliakan orangtua, lebih-lebih di usia mereka yang sudah lanjut. Berkata “ah” saja kepada orangtua, Allah sangat
melarangnya.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al- Isra’ [17]: 23).
Dalam tafsir Ibn Katsir disebutkan bahwa kata qadhaa dalam ayat ini berarti perintah. Sementara itu mujahid berkata artinya adalah berwasiat.
Berarti ayat ini sangat penting dan utama untuk diperhatikan dan diamalkan oleh seluruh umat Islam agar benar-benar bersemangat dalam memuliakan orangtua. Apalagi, perintah ini Allah tegaskan setelah perintah untuk ikhlas beribadah dengan tidak mempersekutukan-Nya.
Dengan kata lain, siapapun dari umat Islam yang tidak memuliakan orangtuanya berarti dia tidak berhak atas kemuliaan. Sebaliknya, kehinaan demi kehinaan akan selalu menghampiri perjalan hidupnya di dunia maupun akhirat.
Sebuah Hadits menyebutkan, “Sungguh hina, sungguh hina, kemudian sungguh hina, orang yang mendapatkan salah seorang atau kedua orangtuanya lanjut usia di sisinya (semasa hidupnya), namun ia (orangtuanya) tidak memasukkannya ke Surga.” (HR: Ahmad).
Panti jompo? No way!
Sungguh kerugian besar bila ada seorang Muslim yang menjumpai orangtuanya lanjut usia tetapi tidak merawatnya dengan tangannya sendiri, lebih mementingkan dirinya sendiri, mengkhawatirkan masa depannya sendiri, dan malah justru menitipkannya ke panti jompo, na’udzubillahi min dzalik.
Padahal, dirinya tumbuh dewasa dan pintar karena pengorbanan tanpa pamrih dari orangtua. Dengan perantara orangtualah kita ini lahir di dunia, kemudian tumbuh menjadi manusia dewasa, berpengetahuan, berpenghasilan bahkan menjadi orang terpandang. Istilahnya, tanpa pengorbanan orangtua, tak akan ada anak jadi dewasa.
Oleh karena itu, di ayat yang lain Allah memerintahkan umat Islam untuk bersyukur kepada kedua orangtua setelah bersyukur kepada-Nya.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman [31]: 14).
Jadi, memuliakan orangtua dan merawatnya adalah perkara utama. Bahkan setara dengan jihad (perang) di jalan Allah Ta’ala.
Suatu ketika, seorang sahabat bernama Jahimah pernah datang kepada Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu untuk meminta saran”. Rasulullah pun bertanya, “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” “Ya, masih,” jawabnya. Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya.” (HR. Ahmad).
Dengan kata lain, seorang Muslim yang tidak menghormati orangtuanya, tidak memuliakannya, apalagi tidak mau merawatnya, jelas hidupnya akan jauh dari keberkahan. Dan, di akhirat ia tidak berhak atas surga Allah Subhanahu Wata’ala.
Keteladanan Uwais Al-Qarni
Ada seorang pemuda dengan penampilan cukup tampan, bermata biru, rambutnya merah, pakaiannya hanya dua helai yang sudah kusut. Satu untuk penutup badan, satunya untuk selendang. Ia tak dikenal banyak orang dan sangat miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya, tiada orang yang menghiraukannya.
Subhanallah, dia tidak dikenal oleh penduduk bumi, tetapi sangat terkenal penduduk langit. Jika berdoa pasti dikabulkan.
Dikisahkan sepulang dari perang, Rasulullah menanyakan kepada Aisyah ra berkenaan dengan orang yang datang mencarinya. Rasulullah menjelaskan bahwa dia adalah penghuni langit.
Mendengar perkataan baginda Rasul, Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Aisyah ra berkata, memang benar ada seorang pria yang datang mencari baginda Nabi, namun ia segera pulang kembali ke Yaman, dikarenakan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkannya terlalu lama. Rasulullah bersabda,
“Jika kalian ingin bertemu dengan dia, perhatikanlah, ia memiliki tanda putih ditengah-tengah telapak tangannya. Dan suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi.”
Bahkan pada hari kiamat kelak ketika semua ahli ibadah dipanggil untuk memasuki surga, dia justru dipanggil agar berhenti terlebih dahulu dan diperintahkan memberi syafa’at, ternyata Allah memberikan dia izin untuk memberi syafa’at. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Seorang pemuda sholeh yang sangat mencintai Rasulnya serta taat dan berbakti kepada ibunya, sehingga Allah memberikan beberapa keistimewaan atas dirinya.
Jika ada manusia yang tidak pernah bertemu Rasulullah shallahu alayhi wasallam, namun beliau yang mulia mewasiatkan kepada sahabatnya, tepatnya kepada Umar bin Khaththab dan Ali radhiyallahu anhuma untuk mencari dan meminta doanya, orang tersebut adalah Uwais Al-Qarni.
Uwais bin Amir Al-Qarni berasal dari Qaran, sebuah desa terpencil. Dilahirkan oleh keluarga yang taat beribadah, tak pernah mengenyam pendidikan kecuali dari kedua orangtuanya yang sangat ditaatinya dan dimuliakan. Karena akhlaknya memuliakan orangtua itulah ia menjadi terkenal penduduk langit. Dan gara-gara itulah Amirul Mukminin Umar ibnu Khatab dan Ali bin Abi Thalib berjalan untuk mencarinya dan menemuinya hanya untuk minta nasehat dan doa. Karena jika dia berdoa pasti dikabulkan. Subhanallah.
Kisah Uwais ini menunjukkan bahwa memuliakan orangtua adalah perkara mulia yang sangat dicintai Allah subhanahu wata’ala.
Tunggu apalagi, mari kita muliakan kedua orangtua kita, niscaya surga akan berhias menanti dan menyambut kehadiran kita semua, amin.
‪#‎SEMOGA_BERMANFAAT‬